Pembukaan
Bertepatan dengan tanggal 2 oktober sebagai hari batik, penulis mencoba membuat blog sebagai media yang relatif murah namun bisa diakses dari mana saja (asal ada internet tentunya :)) oleh semua kalangan, tepatnya tanggal 02 Oktober 2014 dengan segala keterbatasan penulis berusaha memberikan segala sesuatu yang penulis ketahui tentang batik. Semoga apa yang penulis berikan akan bermanfaat bagi masyarakat khususnya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa.
Seiring dengan diakuinya Batik sebagai warisan seni budaya asli Indonesia oleh UNESCO tentunya kita bangga, karena hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia telah berbudaya. Warisan yang wajib kita jaga dan kita lestarikan. Batik saat ini telah mengalami gempuran dari tekstil asal luar negeri (yang dikenal dengan textile motif batik) terlebih China yang terkenal sebagai bangsa peniru ulung. Sebenarnya jika dicermati batik bukanlah tandingan “textik motif batik” karena secara harfiah, fisik atau nilai seni batik lebih unggul dari semuanya. Hanya saja masyarakat belum paham ekstensi yang terkandung di dalamnya.
Akan menjadi hal yang sangat lucu namun juga memilukan jika bangsa sendiri tidak mengetahui perbedaan antara “Batik” dengan “textile motif batik”. Padahal dari proses pembuatan maupun corak warna sangat berbeda. Pada dasarnya batik merupakan kain yang diwarnai dengan metode perintang lilin. Sedang untuk “textile motif batik” pewarnaan menggunakan teknik sablon sehingga antara kain satu dengan yang lain akan sama persis. Jika diteliti secara seksama (khususnya batik tulis) kita tidak akan menemukan kesamaan antara satu kain dengan yang lain. Bahkan jika pewarna batik yang digunakan adalah warna alam kita tidak akan menemukan kain batik dengan warna sama.
