Minggu, 05 Oktober 2014

Teknik pembuatan batik

      Kalau anda memiliki nenek yang berasal dari daerah penghasil batik, anda bisa bertanya  kepada mereka bagaimana orang jaman dahulu sangat menghargai batik. Batik merupakan pakaian berharga yang tidak semua orang bisa memiliki (pada jaman dahulu tentunya). Batik memerlukan perawatan khusus, sehingga sebagian besar pemilik batik adalah kalangan ningrat.
     Sebagian besar dari kita tentunya bertanya-tanya bagaimana cara pembuatan kain batik sehingga kain tersebut memiliki cita rasa seni yang tinggi. Apakah setiap daerah memiliki cara tersendiri, ataukah sama saja antara satu daerah dengan daerah lain. Jaman dahulu tentunya sangat berbeda dengan sekarang, zat warna pakaian dapat dibeli dengan mudah. Namun jaman dahulu zat warna sintetis masih jarang, terlebih di daerah pelosok. Mereka cenderung untuk menggunakan zat warna alam. Nah karena tiap daerah memiliki tanaman khas, maka corak warna yang dihasilkan juga akan menjadi ciri khas tempat kain batik berasal.
Secara garis besar teknik pembuatan batik dapat dibedakan menjadi :


  1. Batik kerokan
    Batik kerokan merupakan seni pembuatan batik yang berasal dari daerah Yogyakarta dan Solo, namun dalam perkembangannya Solo membuat batik secara lorodan. Dinamakan kerokan karena pada salah satu prosesnya untuk menghilangkan lilin batik dengan cara dikerok menggunakan cawuk (alat pengerok lilin). Namun untuk menghilangkan seluruh lilin tetap dengan cara dilorod (dimasukkan dalam air panas)
  2. Batik lorodan
  3. Karena pekerjaan “mengerok” dirasa kurang praktis maka dalam pengembangannya proses “kerokan” dihilangkan diganti dengan lorodan. Kain batik ini mengalami dua kali pelorodan dalam pembuiatannya.
  4. Batik bedesan
  5. Teknik yang digunakan pada batik cap secara cepat biasanya menghasilkan kain batik sedang atau kasar. Terdapat perusakan warna (pemutihan) pada salah satu prosesnya sehingga memerlukan zat warna khusus (cat soga ergan).
  6. Batik radionan
  7. Teknik yang digunakan pada batik cap secara cepat biasanya menghasilkan kain batik sedang atau kasar. Terdapat perusakan warna (pemutihan) pada salah satu prosesnya sehingga memerlukan zat warna khusus (cat soga ergan).
  8. Batik Pekalongan
  9. Batik ini terdiri dari dua bagian biasanya seperempat atas disebut sorot / kepala. Warna yang digunakan biasanya tajam.
  10. Batik Kalimantan
  11. Batik Kalimantan merupakan pengembangan dari batik yang sudah ada kemudian dikembangkan dengan motif daerah kalimantan.
  12. Batik Kelengan
  13. Batik kelengan merupakan teknik membatik yang sederhana, teknik ini telah digunakan pada jaman dahulu. Prosesnya hanya memberi perintang lili, kemudian dicelup dan dilorod. Warna yang digunakan hanya satu macam, biasanya berwarna biru tua (wedel)
  14. Batik Monochrome
  15. Teknik ini sama dengan batik kelengan hanya warna yang digunakan berbeda, biasanya berwarna tajam
  16. Kain jumputan
  17. Jika dilihat dari proses pembuatan, jumputan bukan merupakan batik, karena media perintang warna yang digunakan adalah tali. Kain diikat kemudian dicelup, ikatan ini akan memberikan corak tersendiri pada kain.
  18. Batik cabut warna
  19. Bahan kain yang akan dibatik sudah berwarna seluruhnya, kemudian kain tersebut diberi lilin. Setelah itu warna dilunturkan / diputihkan. Kain yang tertutup lilin akan berwarna mencolok pada saat dilorod.
    Deminikan yang dapat penulis  berikan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar